Semoga kamu men…

colored-pencils

Semoga kamu menjadi seorang wanita yang berpendar dengan cahaya iman. Menjadi inspirasi bagi keluarga, teman-teman, masyarakat, dan bahkan bangsa dan negara. Serta menjadi seorang manusia yang bermanfaat bagi sesama dengan ilmu yang diberikan Allah SWT kepada dirimu, kemulian akhlak yang menjadi hiasan setiap langkahmu, dan kecantikan batin juga lahir yang dianugerahkan Allah kepada dirimu…

Mata saya basah. Hanya itu yang saya tahu. Tulisan tangan rapih yang tergurat di secarik kertas notes bergaris itu mulai berbayang-bayang di depan mata saya. Sungguh, ini adalah doa paling indah kedua yang pernah saya dapatkan setelah nama belakang saya yang menurut saya merupakan doa paling luar biasa. Sebuah kejutan yang datang tepat ketika saya memasuki usia kepala dua, tanggal dua puluh dua pukul duabelas titik nol dua. Secarik kertas yang diselipkan di dalam sekotak paket yang dikirim Mama dari Semarang, beserta dua hadiah merah jambu manis yang dikirim spesial untuk memperingati putri kecilnya yang semakin beranjak dewasa.

Sudah lama. Saya ingin kembali mencurahkan kata. Sudah lama. Jemari ini rindu untuk mengisahkan cerita. Membuat sebuah ‘wadah’ pencurahan baru berupa blog pun sudah lama menjadi wacana. Alhamdulillah, akhirnya baru di momen idul adha ini blog ini akhirnya bisa tercipta. Bukan karena sengaja mencipta momen. Namun perjalanan silaturrahmi ke sukabumi kali ini memang telah banyak membuat saya menjadi kembali banyak merenung dan merefleksi kepada diri sendiri, setelah sekian lama disibukkan oleh urusan yang rasa-rasanya tak pernah berhenti.

Ya. Menjadi diri sendiri. Sudah lama sepertinya saya terseret dalam arus kesibukan yang membuat saya melupakan pertanyaan inti: Siapakah saya sesungguhnya? Apa yang sesungguhnya hendak saya lakukan di dunia?

Atas dasar pertanyaan itulah blog ini tercipta. InsyaAllah, dan semoga, ketika membuat tulisan-tulisan di blog ini ke depannya, hati ini terbersihkan dari setitik pun perasaan ujub dan riya’. Blog ini hanya sekedar tempat saya mencurahkan hati, menumpahkan pemikiran, dan mengguratkan pengalaman. Semoga bisa menjadi media yang bisa mewujudkan doa Mama dan Bapak saya di saat usia saya kepala dua,

menjadikan saya seperti apa yang menjadi doa mereka semenjak awal mula:

seorang melinda yang nur-iman-nisa 🙂

Ciaul Pasir, Sukabumi,

15 Oktober 2013, 10:43

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s