Sajak Rindu

US-ART-RAIN ROOM-MOMA

Jujur saja, saya rindu.

Rindu untuk kembali menghabiskan waktu dalam syahdu.

Syahdu akan bait-bait pikir dan sajak yang mendalam tentang waktu,

tentang derap hidup yang melaju,

tentang kematian yang menyapa tak tentu,

dan tentang Kamu.

Ya, saya rindu.

Rindu dimabuk madu.

Rindu kembali menyesap rasa itu:

selaksa embun di dalam kalbu.

Yang sekarang mungkin tengah terselip di sudut-sudut berdebu.

Saya ingin kembali menyesap manisnya menghabiskan waktu,

dengan merenungkan berbagai macam pertanda hidup dan Kamu.

Menumpahkan segala pikir dan rasa dalam bait-bait sendu.

Membaca apa saja yang bisa membuatku semakin mengenal eksistensi Dirimu.

Ya, saya rindu.

Rindu tenggelam dalam Rindu.

Rindu terbuai sendu.

Rindu terpagut syahdu.

Bertahun ini, aku mengambil langkah beribu,

Berlari yang kukira maju.

Jauh dari titik mulaku dulu.

Yah, kupikir, memang begitu. Berlari maju.

Namun, ketika di malam lalu aku menengok kembali ke ruang-ruang itu,

Bilik-bilik masa lalu.

aku menemukan kembali dirimu yang kusebut aku.

Ya, ternyata, kau ada di situ.

Sosok yang telah hilang, terdiam, terbungkam, terpaku,

di sudut-sudut berdebu,

Menunggu.

Menunggu dengan sepenuh sabar, dalam sesengguk sendu,

Menunggu untuk kembali dipanggil dan bertemu.

Kembali menjalinkan jemari dan bersama berlari maju,

tanpa kembali terabai oleh ingin dan nafsu.

Ya, Aku telah menjalani berbagai liku,

Yang membuatku semakin memahami hakikat aku dan Kamu.

namun justru membuatku melupakanmu:

dirimu yang kupanggil aku.

Ruang Rindu,

19 Mei 2013,

15.48

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s