Internalisasi Visi: Kunci Badr Interaktif Berbisnis Islami

vv

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan vakum, pada tanggal 22 Maret 2014 yang lalu, pengajian bisnis TDA Kampus terselenggara lagi. Berlokasi di Dapur Durian Margonda, acara yang mengangkat kisah perjalanan bisnis BADR Interactive yang dimiliki Andreas Senjaya dan beberapa mahasiswa fasilkom UI ini menjadi sesi yang sangat inspiratif. Acara dibuka dengan kisah Bang Jay (sapaan akrab bang Andreas Senjaya) mengenai awal mula pembentukan BADR Interactive. Sejak semula, perusahaan yang didirikan oleh 3 orang yang kebetulan berada di dalam satu lingkaran halaqah ini memulai langkah mereka dengan sebuah visi mulia: Meninggikan Islam melalui IT. Melalui kisah Bang Jay mengenai bagaimana pembentukan dan pengelolaan BADR Interactive ini, kita dapat memetik berbagai hikmah, inspirasi, dan pembelajaran tentang bagaimana menjadikan bisnis sebagai ladang dakwah yang memberikan manfaat bagi sekitar. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membangun bisnis yang tidak hanya bisa memberikan keuntungan di dunia yang bersifat fana, namun juga bisa menjadi sarana untuk beribadah dan berdakwah untuk kepentingan kehidupan yang lebih nyata.

  1. Memiliki Visi dan Value yang diselaraskan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist, serta berani bercita-cita Besar

Visi Badr Interactive adalah “Meninggikan Islam Melalui IT”, dengan Value utama menerapkan ajaran Islam yang disesuaikan dengan ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadist dalam kehidupan sehari-hari. Impian besar BADR Interactive adalah menjadi pemain di dunia IT yang diperhitungkan di kancah global, dan bahkan mengalahkan Microsoft dan Google dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Sebuah mimpi yang besar dan luar biasa. Bahkan mungkin terlihat seperti Utopia. Namun, justru dari mimpi yang besar inilah, energy dan semangat yang dihasilkan akan menjadi tak ada habisnya, dan tidak mudah merasa nyaman dengan kondisi yang ada. “Kita harus terus berlari. Karena tujuan kita sangat besar dan masih jauh. Orang-orang di luar sana terus menerus berlari, maka kita pun harus terus bergerak dan men-challenge diri jika ingin mengalahkan mereka. Memang, jika dilihat impian yang besar ini memang terasa sulit untuk diraih, dan mungkin banyak orang yang tidak percaya bahwa hal ini bisa dilakukan. Yang terpenting adalah kita memiliki pijakan-pijakan kecil, pencapaian-pencapaian kecil untuk mencapai visi dan mimpi. Tidak penting sekarang kita sedang berada di mana. Yang terpenting adalah kita terus menerus bergerak dan memperbaiki diri. Berprogress untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari,” demikian tutur Bang Jay dengan tatapan yang penuh dengan binar antusiasme dan keyakinan.

  1. Internalisasi Visi dan Value kepada seluruh lapisan tim

Visi dan Value yang bagus dan luar biasa, tidak akan ada artinya jika tidak terinternalisasi ke dalam jiwa dan pribadi tim perusahaan. Berikut ini adalah beberapa tips Badr Interactive dalam menginternalisasi visi dan value perusahaannya kepada tim:

  1. Menjadi Role Model

Langkah pertama dalam menanamkan value dan visi perusahaan adalah menanamkan value dan visi kepada diri sendiri dan anggota tim inti yang merupakan Top Leader perusahaan. Sebuah anjuran tanpa keteladanan adalah sebuah kekosongan yang tak berarti. Untuk membuat seluruh perusahaan menyakini visi dan menerapkan value, owner yang menjadi pemimpin utama perusahaan haruslah benar-benar meyakini, menghayati, dan menerapkan visi dan value tersebut terlebih dahulu, sehingga energi positifnya dapat disebarkan ke seluruh lapisan perusahaan. BADR Interactive memiliki visi dan value yang didasarkan Al-Qur’an dan Hadist. Maka, baik secara karakter, perilaku, dan kebiasaan Bang Jay selaku pimpinan puncak dan juga anggota tim Board of Directornya haruslah mencerminkan karakter Islami. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri, yang membuat Bang Jay dan anggota tim terus menerus bersemangat untuk memperbaiki diri, mengamalkan, dan meneladani karakter dan sifat-sifat Nabi. Menurut pandangan saya pribadi, keberhasilan BADR Interactive saat ini juga merupakan hasil dari keteladanan yang diberikan Bang Jay baik dalam berbagai aspek kehidupan.

  1. Membuat dan menyampaikan sesering mungkin pertemuan terbuka tentang sharing visi dan value

Seringkali, rapat-rapat perusahaan terjebak pada hal-hal teknis dan strategis, dan malah mengesampingkan mengenai penyampaian visi dan value perusahaan. Mengingatkan seluruh anggota perusahaan mengenai mimpi dan cita-cita bersama menjadi hal yang penting untuk dilakukan secara kontinu, untuk menjaga semangat, spirit, dan energy seluruh anggota tim di dalam perusahaan untuk bergerak menuju ke arah yang diinginkan. Hal ini dapat dilakukan di dalam sebuah rapat yang bersifat resmi, ataupun dalam pembicaraan ringan sehari-hari.

  1. Setiap keputusan yang diambil dikembalikan kepada visi dan value perusahaan

Bagi BADR Interactive, visi dan value yakni “nilai-nilai Islam yang berdasarkan pada Al-Qur’an dan Al-Hadist” adalah keutamaan. Maka, ketika ada hal-hal yang berbentrokan dengan hal ini, keputusan akan dikembalikan kepada pilihan yang sesuai dengan apa yang tertulis di Al-Qur’an dan Al-Hadist. Sebagai contoh, BADR Interactive mengambil sebuah pilihan “berani” untuk membatalkan sebuah proyek bernilai tinggi dengan pemerintah yang sudah berjalan hampir 70%, karena ‘dipaksa’ untuk menandatangani cek yang di mark-up jauh dari harga asli. Hal-hal yang dewasa ini seringkali dianggap sebagai hal-hal biasa dalam berbisnis, ditolak oleh BADR dengan gagah berani. Hal ini sangat patut untuk diteladani oleh para pengusaha-pengusaha muslim. Berani menolak atas suatu sumber rezeki yang bersifat “abu-abu” halal-haramnya. “Kami berbisnis ini sebagai pengabdian kepada Allah, Rasul, dan Islam. Maka, kami pun ingin menempuh jalan dan pilihan yang halal dan diridhai oleh-Nya,” demikian tutur Bang Jay

  1. Menerapkan hal-hal secara teknis dan substantive

“Di BADR Interactive, sesungguhnya dakwah kami bukan tentang membuat aplikasi-aplikasi Islami. Aplikasi-aplikasi itu hanyalah tools yang kami buat untuk menyebarkan kebaikan dan gagasan kami. Dakwah BADR yang sesungguhnya adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai Islami ke seluruh anggota tim BADR, sehingga semua anggota perusahaan kmi dapat memberikan inspirasi ke orang-orang lain di luar perusahaan..”

BADR mengedepankan kepada pengembangan karakter para anggota tim perusahaannya, karena BADR percaya bahwa keteladanan adalah kunci dari segala kebaikan. Hal-hal secara Islami di BADR dilaksanakan baik secara teknis maupun substantive. Teknis berarti bagaimana penjagaan terhadap ibadah-ibadah yaumiyah seperti tilawah, dhuha, shaum, dan qiyamul lail. BADR sendiri mewajibkan kepada seluruh anggota karyawannya untuk tilawah sebelum bekerja. Untuk ranah substantive, BADR lebih menekankan kepada pembangunan karakter dan sifat-sifat seorang muslim yang sesungguhnya seperti kejujuran, keramahan, kerapihan, kedisiplinan, dan sebagainya.

  1. Membuat program-program bulanan yang berbeda mengenai value yang ingin ditanamkan secara bertahap

Hal lain yang menarik dari BADR adalah adanya “value” tertentu yang ingin ditanamkan di bulan/tahun terterntu. BADR menyadari bahwasanya karakter dan penanaman suatu hal yang substantive tidak bisa diwujudkan dalam sekejap mata. Maka, strategi BADR adalah dengan menerapkannya secara bertahap. Misalnya, di tahun 2013 BADR lebih menekankan kepada pentingnya amanah terhadap pekerjaan dan tanggungjawab, dan kedisiplinan dalam bekerja dan mematuhi sistem. Sementara pada tahun 2014 ini, setelah aspek tanggungjawab dan disiplin sudah cukup tertanam, BADR mengembangkan value yang ingin ditekankan, yakni lebih kepada kebersihan dan kerapihan ruangan.

 

  1. Hubungan personal yang baik dan dekat antar anggota tim, 360 derajat

Hal lain yang sangat dikembangkan di BADR adalah pentingnya menjalin silaturrahmi dan hubungan personal yang dekat serta berbasis kekeluargaan ke seluruh anggota tim. Mulai dari level Top Leader, Manajer, hingga ke level Cleaning Service, semuanya saling mengenal saling menyapa, dan kenal secara personal. Salah satu hal yang sering dilakukan BADR adalah bermain futsal bersama untuk semakin mempererat ukhuwah di antara karyawan. Bang Jay sebagai pemimpin di BADR Interactive, berusaha untuk mengenal dekat kepada seluruh anggota karyawannya, meski hal ini mungkin membutuhkan effort yang cukup besar. Tidak hanya supervisor atau manajer yang memliki hubungan kerja dan tanggung jawab yang intens yang disapa dan sering diajak berinteraksi. Dengan membangun atmosfer kekeluargaan inilah, diharapkan dapat membentuk karyawan yang loyal dan berbahagia dalam pekerjaannya.

 

  1. Mengembangkan pola kaderisasi SDM yang membentuk para future leader

BADR memfokuskan pengembangan SDMnya agar dapat menjadi intrapreneur, seseorang yang bisa mengembangkan perusahaannya sendiri di masa depan. Caranya adalah dengan selalu menchallange para SDM mengenai bagaimana mencapai visi. Strategi yang diterapkan BADR adalah dengan memberikan goals dan tujuan, namun membebaskan kepada anggota timnya bagaimana caranya mencapai tujuan. Strategi coaching juga lebih dikedepankan daripada strategi memerintah ataupun menasehati secara satu arah. Hal ini dikarenakan mereka percaya, bahwa sesungguhnya setiap individu cerdas dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Yang diperlukan hanyalah membantu anggota tim untuk menemukan jawabannya sendiri, dengan cara bertanya kepada mereka. Dengan begitu, diharapkan bahwa setiap anggota tim dan karyawan BADR, memiliki kepuasan dan aktualisasi diri yang besar.

 

  1. Mengutamakan pembentukan sistem yang rigid dan professional untuk pengembangan bisnis berkelanjutan

BADR percaya, bahwa sesungguhnya untuk menjadi sebuah perusahaan yang besar dan sustainable, diperlukan sebuah sistem dan manajemen yang kuat. Setiap hal dan aktivitas perusahaan yang dilakukan secara berulang, dirumuskan sistem/SOPnya, sehingga setiap orang dapat tunduk dan berpegang kepada sistem yang disepakati bersama. Di BADR, sistem menjadi hal tertinggi yang harus disepakati oleh setiap lapisan. Salah satu contoh yang dilakukan oleh BADR adalah membuat metriks-metriks pengeluaran dan pemasukan, sehingga setiap kebijakan dan keputusan pembelian barang dapat dilihat positif negatifnya bagi kondisi keuangan perusahaan.

 

  1. Fokus dan Totalitas

Orang-orang besar dapat menjadi besar karena mereka fokus pada pekerjaannya. Karena dengan menjadi fokus, 100% konsentrasi kita akan berada di sana. Salah satu kunci kesuksesan BADR adalah karena Bang Jay memilih untuk fokus dan mendedikasikan dirinya di BADR Interactive sepenuhnya. Ia mengambil langkah berani untuk tidak melamar ke perusahaan manapun setelah lulus kuliah, tidak mengambil beasiswa S2 manapun, dan bahkan tidak mengambil ijazah kelulusannya dari Universitas Indonesia. “Orang-orang besar menjadi sukses karena mereka men-challenge diri mereka sendiri dengan resiko yang besar. Ketika kita memiliki opsi, maka kita tidak akan totalitas dalam berjuang dan bekerja. Ketika kita menggantungkan hidup kita dari sana, di saat itulah mau tidak mau kita akan bekerja keras. Dengan begitu pula, kita memiliki tanggung jawab lebih, dan dorongan kerja akan menjadi lebih kuat.”

 

  1. Memelihara kedekatan kepada Allah SWT dan menjadikan Allah Sebagai Tempat Bergantung yang Utama

“Salah satu kekuatan utama BADR adalah filosofinya: berpegang kepada pertolongan Allah. Keyakinan sepenuhnya akan Kekuasaan, Kekuatan, serta pertolonganNya adalah modal utama di BADR. Bukan uang, ilmu, ataupun pasar. Maka, memelihara kedekatan kepada Allah SWT adalah sebuah keharusan. Sehingga, setiap keputusan akan in-line dengan arahan dari Pemilik Kehidupan..”

Demikian beberapa tips dan inspirasi yang saya dapatkan dalam sesi Pengajian Bisnis TDA Kampus 22 Maret yang lalu. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s