Puisi Dua Puluh Dua Tentang Kamu

Bismillahirrahmanirrahim..

Beberapa waktu yang lalu, aku membaca di salah satu akun facebook yang kusuka,

Mengenai tantangan untuk membuat surat cinta bagi yang tercinta.

Ah ya, cinta..

Bahkan hingga tiga bulan lebih pernikahan kita,

Aku masih belum memahami apa arti kata cinta.

Semenjak keyakinanku padamu dulu yang datang tiba-tiba selepas doa,

Yang kuketahui tentang cinta hanyalah tentang melantun sebuah sajak doa kala rindu datang menyapa,

Alih-alih menyapamu dalam sebuah aplikasi bicara.

Yang kuketahui tentang cinta hanyalah menyelipkan namamu dalam doa,

agar Allah senantiasa membimbing langkahmu dalam cahaya,

menjaga hatimu agar mencintaiNya lebih dalam dari kecintaanmu kepada saya,

dan menjaga kita berdua dalam taqwa.

Yang kuketahui tentang cinta hanyalah bagaimana aku sepenuhnya rela,

menyerahkan seluruh abdiku hanya kepadamu saja,

sebagai manifestasi pengabdianku kepada Yang Kuasa..

Lalu, setelah tiga bulan berlalu di mana kita bisa bergandengan bersama,

Yang kuketahui tentang cinta hanyalah bagaimana aku bisa terus menerus ikhlas memberi tanpa berharap apapun jua,

Ikhlas melayani tanpa sedikit pun mengeluh diam-diam di dalam jiwa,

Ikhlas untuk selalu berupaya yang terbaik dalam setiap tugasnya,

tanpa berharap dan berekspektasi bahwa kau akan melakukan hal yang sama.

Yang kuketahui tentang cinta hanyalah bagaimana ketika ada hal yang kurisaukan segera bertanya,

“Apa yang bisa kulakukan dan kuubah dari diriku sendiri, untuk membuat ia lebih baik dari sebelumnya, tanpa sedikit pun menyakiti perasannya?”

Alih-alih menunggu dan berharap ada yang berubah dari dirinya,

atau melontarkan komentar yang mungkin menoreh luka.

Yang kuketahui tentang cinta hanyalah bagaimana aku tetap bisa menyambutmu dengan tersenyum ceria,

meski mungkin dalam jiwa masih ada hal yang menyesakkan dada.

Yang kuketahui tentang cinta adalah senantiasa menganalisa dengan logika,

sebelum kesensitifan perempuan yang seringkali menyebalkan merajalela dalam kepala,

dan membuatmu menjadi lelah karenanya.

Yang kuketahui tentang cinta hanyalah bagaimana aku bisa membantumu dan membuatmu bahagia,

entah bagaimanapun kondisi sedang menerpa..

Karena yang kuketahui tentang cinta, hanyalah bagaimana aku senantiasa mendoa,

Agar Tuhan berkenan menjadikanku kuat, untuk menguatkan dirinya,

Agar Tuhan berkenan menjadikanku tegar, untuk membuatnya berdiri kokoh tanpa cela,

Agar Tuhan berkenan menjadikanku rela memendam luka, hanya demi melihatnya bahagia,

Agar aku selalu berjuang untuk mendekati sempurna, agar bisa menyempurnakan dirinya,

Agar aku rela untuk mengesampingkan segala rasa, hanya untuk tertawa bersamanya,

Agar aku senantiasa ikhlas mengorbankan daya upaya yang aku punya, hanya untuk melihat senyum di wajahnya,

Dan agar aku, senantiasa diberi kekuatan untuk bersama-sama membangun sebuah rumah di surgaNya..

Ah ya, mungkin, hingga hari ini tiba,

Aku baru mengetahui sedikit arti kata cinta,

Namun belum memahami dan benar-benar mengamalkan Cinta..

Karena yang sejauh ini bisa kulakukan sepenuhnya atas nama cinta,

Hanyalah membait puisi diam-diam hingga bilangan dua puluh dua,

dan menyelipkan namamu, ayah-ibumu, adik-adikmu, dan saudara-saudaramu, dalam setiap doa…

untukmu,

imam terbaikku,

7-7-2015

1:11 p.m

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s