Inspirasi Perempuan-Perempuan Perkasa

Dalam beberapa hari terakhir, “kegalauan” pemikiran mengenai bagaimana menyeimbangkan kewajiban sebagai perempuan dalam rumah tangga seperti menjadi istri dan mengurus rumah dengan membangun bisnis, memang kerap menghinggapi kepala saya. Namun, seiring dengan waktu dan kesempatan yang ada, satu demi satu, langkah demi langkah, kejadian demi kejadian, datang kepada saya. Seolah Tuhan ingin menunjukkan kepada saya sebuah jalan melalui inspirasi-inspirasi yang diberikan oleh orang-orang yang tiba-tiba saja datang di dalam kehidupan saya.

Bagi yang beragama muslim, sebuah ayat Al-Qur’an “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan kuperkenankan bagimu” menjadi janji Tuhan dan motivasi tersendiri dalam menjalan hidup. Pun diperkuat oleh banyak penelitian yang mengatakan bahwa pemikiran kita, manusia memiliki daya magnet yang kuat untuk menarik hal-hal yang sejenis dan satu frekuensi.

“Bagi yang beragama muslim, sebuah ayat Al-Qur’an “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan kuperkenankan bagimu” menjadi janji Tuhan dan motivasi tersendiri dalam menjalan hidup”

Inspirasi pertama hadir saat saya dipertemukan dengan sosok mentor saya yang luar biasa, Ibu Prita Kemal Gani, pemilik London School of Public Relation. Lalu, dalam satu minggu terakhir ini, saya dipertemukan kembali dengan 3 perempuan pengusaha lainnya yang juga sangat luar biasa. Yang pertama adalah Ibu Kartini Muljadi, seorang perempuan yang pada tanggal 17 Mei 2015 lalu genap berusia 85 tahun. Saya berkesempatan untuk hadir di acara ulang tahun Ibu Kartini yang sangat privat tersebut, sebagai perwakilan lembaga beasiswa untuk menyampaikan permohonan terima kasih kepada Ibu Kartini sebagai donatur utama.

Ibu Kartini Mujadi adalah pemilik dan juga Presiden Direktur di Tempo Scan Group, yang membawahi industri farmasi dengan merek-merek ternama seperti Bodrex, Hemaviton, Nutrilite, dan berbagai macam produk lain seperti SOS, Marina, dan sebagainya. Sembari membangun bisnisnya, beliau juga membesarkan anak-anaknya yang kini menjadi penerus perusahaannya atau pun membangun sebuah perusahaan sendiri seperti yang dilakukan Dhian dengan membangun MRA Group. Keberhasilannya dalam membangun Tempo Scan membawa Bu Kartini menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang masuk ke majalah Forbes, di deretan 40 orang terkaya di Indonesia.

Masih segar antusiasme dan inspirasi yang saya dapatkan dari Ibu Kartini, selanjutnya mendapatkan kesempatan untuk memoderatori sebuah acara yang diselenggarakan oleh UKM Centre FE UI. Acara bertajuk “Pengelolaan SDM dalam Manajemen Bisnis” ini mengundang dua pengusaha wanita yang sangat luar biasa. Yang pertama adalah Mbak Anita Feng. Beliau adalah pemilik Royal Garden Spa & Reflexology. Mengawali karier di sebuah perusahaan multinasional, kerja keras dan dedikasinya dalam bekerja mengantarkannya menjadi Junior Brand Manager termuda yang ada di perusahaan Nestle dan membawahi berbagai macam brand-brand terkemuka.

Kiprahnya menjadikan beliau terpilih sebagai salah satu dari 9 perempuan muda inspiratif yang mendapatkan Young Caring Professional Award Id tahun 2011. Namun, di tengah karirnya yang sedang menanjak, Anita malah memutuskan untuk keluar dan memulai bisnis sendiri. Ia pun mulai membuka Royal Garden Spa & Reflexology. Dari yang memiliki kantor di gedung dan memiliki anak buah, Anita harus rela “berkantor” di warnet, survei lokasi, survei ke toko bangunan untuk membangun outlet-nya, mengurus IMB, hingga packing berbagai macam barang sendiri. Maklum dalam membangun bisnis, siapapun akan menjadi Chief of Everything Officer.

Dari yang memiliki 2 buah mobil mewah, Mbak Anita rela menjual kedua mobilnya dan membeli mobil yang lebih murah untuk dijadikan operasional usaha. Semua dijalaninya dengan penuh antusiasme, penuh energi, penuh kerja keras, dan pantang menyerah. “Butuh kerendahan hati, untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan gudang, sementara saya sebelumnya adalah seorang Head Manager. Namun ini memang masih masa-masa membangun, jadi bagi saya itu wajar. Biar saja orang melihat kita seperti apa. Bersusah payah mengangkat-ngangkat barang, melakukan pekerjaan gudang, yang sampai pun sekarang masih saya jalani. Menurut saya hal ini memang harus dilakukan, karena kita masih dalam tahapan membangun sesuatu,” demikian tutur Anita Feng, dalam presentasinya yang penuh semangat.

“Butuh kerendahan hati, untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan gudang, sementara saya sebelumnya adalah seorang Head Manager. Namun ini memang masih masa-masa membangun, jadi bagi saya itu wajar. Biar saja orang melihat kita seperti apa”

Jika Mbak Anita mengajarkan saya apa arti berenergi, bersemangat, dan bekerja keras,pembicara yang satu lagi, mbak Leony Agus Setiawati, mengajari saya arti dari kelembutan hati, keikhlasan dalam berbuat, ketulusan, dan semangat yang tinggi untuk beribadah sembari berbisnis. Pemilik brand Azkasyah, busana muslim dengan ornamen sulam tangan khas Bogor ini, saat ini sudah memiliki 600 karyawan, yang tersebar di 24 titik lokasi pemberdayaan.

Dengan semangat pemberdayaan masyarakat, Leony masuk ke kampung-kampung untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu rumah tangga. Berkat kerja kerasnya, bisnis yang sebelumnya mengalami kebangkrutan dan hanya menyisakan modal 1 juta rupiah, saat ini memiliki 600 Agen yang tersebar di seluruh Indonesia, juga Malaysia, dan Singapura. Dengan kehadiran mbak Leony, perempuan-perempuan tersebut tidak hanya meningkat taraf ekonomi dan kesejahteraannya, tetapi juga kapasitas dan skill-nya.

“Dengan kehadiran mbak Leony, perempuan-perempuan tersebut tidak hanya meningkat taraf ekonomi dan kesejahteraannya, tetapi juga kapasitas dan skill-nya”

“Kami tidak hanya memberikan pekerjaan, namun juga pelatihan manajemen waktu, pengajian, dan tahsin,” demikian tutur mbak Leony. Dalam berbisnis, mbak Leony menggunakan filosofi perahu. Yakni bagaimana dengan bisnis yang sedang dijalankan, dapat menstransformasi perahu yang tadinya hanya perahu layar, dapat berkembang menjadi kapal pesiar. Oleh karena itu, kesamaan visi dan tujuan seluruh awak kapal menjadi penting. “Visi perusahaan kami adalah menjadi leader dalam dakwah di bidang fashion muslim untuk mencapai ridha Allah SWT, sedangkan salah satu misi kami adalah menjadi perusahaan yang memegang nilai amanah dan barakah”.

“Visi perusahaan kami adalah menjadi leader dalam dakwah di bidang fashion muslim untuk mencapai ridha Allah SWT, sedangkan salah satu misi kami adalah menjadi perusahaan yang memegang nilai amanah dan barakah”

Di bangku moderator, saya duduk tercengang mendengarkan penuturan mereka berdua. Sepanjang sesi, saya mempelajari satu hal penting yang paling utama. Bahwa di dalam bisnis dan entrepreneurship, kekuatan dan modal utama adalah diri sendiri. Kekuatan yang pertama adalah berpikir besar. Mbak Anita mengatakan begini, “Instead of saying I managing an UKM, better said, I managing a winning team, that will build a STRONG INDONESIAN BRAND.” Begitu pula dengan mbak Leony. Ia mengatakan “Mimpi akan menarik kita, dan kita akan menarik mimpi”. Sedimikian kuat kekuatan mimpi dan visi, yang mana hal itu hanya bisa dimulai di kepala kite sendiri.

“Ia mengatakan “Mimpi akan menarik kita, dan kita akan menarik mimpi”. Sedimikian kuat kekuatan mimpi dan visi, yang mana hal itu hanya bisa dimulai di kepala kite sendiri”

Kemudian kekuatan kedua adalah karakter pribadi. Fokus, kerja keras, pantang menyerah, rela bersusah-susah dahulu, going extra miles, berbesar hati, rendah hati, amanah, dan yang terpenting: Energi dan antusiasme yang tinggi. Mungkin memang terdengar klise, tetapi komponen-komponen itulah yang menjadi pembeda antara pengusaha yang satu dengan yang lainnya. Pendidikan tinggi, memang akan berpengaruh. Namun, bukan berarti tanpa pendidikan yang tinggi kita tidak bisa meraih sukses. Karena mencari ilmu tetaplah menjadi kewajiban hingga ke liang lahat, di mana pun kita berada dan di usia kapan saja. Inspirasi terakhir yang juga sangat berkesan yang saya dapatkan hari ini membuktikan akan hal itu. Seorang ibu, bernama Syarifah, hanya tamatan kelas 2 SD. Namun dengan keteguhan, kerja keras, dan semangatnya, dimulai dari modal hanya 200.000 rupiah saja, dapat menjadikan bu Syarifah memiliki tempat usaha sendiri.

“Kemudian kekuatan kedua adalah karakter pribadi. Fokus, kerja keras, pantang menyerah, rela bersusah-susah dahulu, going extra miles, berbesar hati, rendah hati, amanah, dan yang terpenting: Energi dan antusiasme yang tinggi”

Kesimpulan saya hari ini adalah jika ingin sukses di manapun diri kita berada, jangan mudah menyerah dengan berbagai macam excuse dan alasan. Baik laki-laki maupun perempuan mulailah berjalan. Mulailah dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri sendiri. Berpikir untuk memantaskan diri menjadi, bukan ingin menjadi. Dulu, suami saya pernah mengatakan begini. “Jika kamu memiliki sebuah impian, jangan berpikir bagaimana ‘I get that’ tapi berpikirlah ‘to be that’. Misalkan, untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Jangan hanya berpikir ‘saya ingin begini, begini, dan begini’. Namun berpikir dan bergeraklah, jika ingin menjadi seperti itu, kemampuan, kompetensi, dan karakter apa yang harus saya miliki? Bagaimana saya bisa menguasai kemampuan, kompetensi, dan karakter tersebut?”

“Jika kamu memiliki sebuah impian, jangan berpikir bagaimana ‘I get that’ tapi berpikirlah ‘to be that’. Misalkan, untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Jangan hanya berpikir ‘saya ingin begini, begini, dan begini'”

Ah ya, saya menjadi teringat sebuah kata-kata dari mbak Leony yang sungguh menentramkan hati, “Semuanya dimulai dari pikiran. Jika kita berpikir bahwa usaha akan mengganggu rumah tangga, kondisi itulah yang akan diberikan Allah kepada kita. Sementara jika kita berpikir bahwa bisnis dan usaha akan meningkatkan kualitas hubungan antarkeluarga dan kualitas anak-anak kita, kondisi itulah yang akan Allah berikan kepada kita..”

Jadi tunggu apa lagi? Mari mulai membenahi pikiran, kemudian melangkah dalam tindakan, mulai hari ini.

 

Dimuat di Selasar.com

https://www.selasar.com/kreatif/inspirasi-perempuanperempuan-perkasa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s