Ketika Hamba Bertanya Tentang Agama

Bismillahirrahmanirrahim.

Beberapa hari terakhir sebuah pertanyaan mendasar berkecamuk di pikiran saya. Pemicunya sederhana, saya merasa berada di lingkungan dengan sedemikian banyak sudut pandang tentang Islam. Mulai dari yang berpandangan sangat kaku dan ketat terhadap syariat, yang berpandangan hal terpenting dalam menjadi muslim adalah bermanfaat, yang memiliki pandangan untuk menegakkan negara dan hukum Islam, sampai yang berpandangan bahwa yang terpenting dalam hidup adalah memahami hakikat dan esensi, namun kurang begitu memperhatikan syariat. Logika saya yang apa adanya menjadi bertanya tanya, apa sesungguhnya inti dari agama Islam itu sendiri? Apa yang sesungguhnya Allah kehendaki dengan Islam, dan bagaimana idealnya sebuah output dari seseorang yang mengaku beragama Islam dan memegang teguh aturan Islam? Apakah dengan banyak melakukan sholatsunnah, tahajud, dan mengaji sudah dikatakan berislam dengan baik? Ataukah lebih baik jika lebih banyak berkarya dan bermanfaat bagi sesama? Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

Pertanyaan pertanyaan itu berlalu lalang di kepala saya selama beberapa hari, dan pada akhirnya menuntun saya kepada beberapa diskusi dengan beberapa orang. Dari beberapa pembicaraan-pembicaraan tersebut saya menarik kesimpulan dan pemahaman. Saya menulis artikel ini dengan niatan berbagi, karena siapa tahu ada beberapa orang lainnya yang bergumul dengan pemikiran pemikiran seperti yang berada di pemikiran saya. Sebelum menulis, saya ingin membuat sebuah disclaimer. Saya menuliskan ini bukan berarti saya sudah baik sebagai manusia. Saya hanyalah seorang manusia biasa yang memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik di setiap harinya, sama seperti Anda semua. Saya hanya ingin berbagi pemikiran dan hasil kontemplasi saya selama beberapa hari, dan semoga tulisan saya yang sedikit dan apa adanya ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sembari berharap bahwa dengan menuliskan pemikiran saya ini, saya menjadi lebih bersemangat untuk memperbaiki diri.

Saya berangkat dari pemahaman bahwa pada intinya Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Sebuah agama yang seharusnya menjadikan pemeluknya rahmat bagi semesta alam. Mulai dari lingkaran terkecil, seperti keluarga, kerabat, teman-teman dekat, hingga ke lingkup yang lebih luas seperti organisasi, kampus/sekolah sampai rekan kerja/bisnis.

Lantas bagaimana supaya menjadi seorang yang rahmatan lil alamin tersebut?

Dari hasil kontemplasi dan diskusi, saya menemukan bahwa sesungguhnya Islam memiliki dua pilar utama sebagai pondasinya, yakni Habluminallah dan Habluminannas. Benang merah dari seluruh ajaran, tata cara hidup, dan syariat yang ditetapkan Allah untuk dijalankan manusia sesungguhnya untuk mengatur kedua hal ini. Bagaimana mengatur hubungan seorang manusia dengan Tuhannya, dan bagaimana mengatur hubungan antara sesama manusia. Maka, bagaimana sesungguhnya output terbaik dari seorang Muslim adalah yang memiliki keseimbangan di antara keduanya.

Hubungan

Keseimbangan di kedua sisi inilah yang menurut saya pribadi menjadikan seorang muslim sebenarbenarnya muslim yang seutuhnya. Bagaimana mengelola hubungan baik ke Allah adalah melalui ibadah ibadah harian, sholat, mengaji, tahajud, dan sebagainya. Bagaimana mengelola hubungan baik kepada manusia adalah melalui akhlak yang mulia dan menjadi bermanfaat bagi orang lain. Kedua hal ini seyognyanya seimbang, dan saling menguatkan satu sama lain. Tiada yang lebih utama, karena justru dengan seimbanglah seorang muslim menjadi sempurna. Bukankah yang paling dekat di sisi Rasulullah pada hari kiamat yang paling baik akhlaknya?

 

Dimuat di Selasar.con

https://www.selasar.com/budaya/ketika-hamba-bertanya-tentang-agama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s