Dear my future children#2

Assalammualaikum nak, apa kabar di dalam sana? :”
Ah ya, terakhir kali bunda menulis untukmu, sudah lama sekali. Bahkan semenjak kamu belum ada di perut bunda.. :”
Sekarang, alhamdulillah kamu sudah mulai tumbuh dan berkembang.. :”
Semoga tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan mulia yaa.. :”

Sebenarnya sudah sejak lamaa sekali bunda terpikir untuk menuliskan ini. Tapi baru hari ini pada akhirnya betul betul dituliskan :” tolong simak baik baik yaa.. 🙂

***

Dear ananda tersayang,
Bunda hendak menyampaikan sebuah pesan untukmu..

Jika kau nanti lahir dan tumbuh dewasa, janganlah pernah, kau mencintai bunda & ayah, melebihi cintamu kepada Allah dan RasulNya.. Apalagi, cinta kepada harta, teman, istri/suami, atau bahkan artis idolamu.
Bunda meminta tolong kepadamu sayang, tempatkan Allah dan RasulNya, di tempat tertinggi di hatimu..

Dan janganlah pernah, sayang,
Kau berusaha dan melakukan sesuatu (hanya) untuk menyenangkan ayah-bundamu, tanpa meniatkannya sebagai ibadah untuk mencari keridhaan Allah..
Berbakti pada ayah ibu, memang merupakan ibadah yang sangat besar nilainya.. Tapi tetaplah,
Jadikan Allah yang menjadi alasan terkuatmu, jadikan Allah dan RasulNya menjadi yang nomor satu di hatimu..

Sungguh sayangku, tiada yang lebih menyenangkan diri bunda,
Selain apabila kamu senantiasa mencari keridhaan Allah di setiap langkah, kata, perbuatan, ibadah, dan karya yang kamu buat..
Selain apabila kamu membuat keputusan pada hal apapun, dengan mempertimbangkan mana yang sekiranya akan membuat Allah lebih meridhai dan mencintaimu..

Maka, untuk mengetahui mana yang Allah suka dan tidak suka, pelajari dan tadabburilah Al Qur’an dan Hadist,
Dan usahakan senantiasa melakukan sesuatu berdasarkan Al Qur’an dan as sunnah..
Namun, tetaplah sayang, gunakan ilmu dan sudut pandang yang menyeluruh. Pelajari betul-betul azbabun nuzul, tafsir, dan esensi dari suatu ayat/hadist. Galilah hikmah dan maknanya, dan hargailah orang yang memiliki pendapat berbeda denganmu..
Janganlah kau berseteru atau bahkan bermusuhan hanya karena suatu perbedaan khilafiyah,
Perbedaan yang memperdebatkan “bungkus”, namun bukan “isi”nya..
Jangan sampai, perbedaan yang seharusnya menjadi indah, justru malah membuat umat terpecah belah..

Jadilah bijaksana, dan cobalah selalu memahami sesuatu dari semua sisi. Jika kata ayahmu: berpikirlah secara sistem. Janganlah serta merta menyalahkan atau menghakimi orang lain, lalu memaksakan pendapatmu. Berusaha pahami dulu, baru mencoba membuat orang lain paham dengan sudut pandang kita..

Namun, janganlah kamu, melakukan sesuatu hanya karena mencari keridhaan manusia semata. Apalagi sekedar mencari harta, pujian, ketenaran, dan sanjung puja puji manusia. Apalagi jika untuk mendapatkannya, kamu malah melakukan sesuatu yang membuat Allah murka..

Sungguh sayangku, semua hal itu tidak akan berguna.. Dalam mengumpulkan bekal kita untuk pulang kembali ke surgaNya..

Ingatlah selalu sayangku,
Bahwa kehidupan kita yang sesungguhnya bukanlah di sini, bukanlah di dunia ini.
Kita hanyalah seorang musafir, yang tengah mampir dalam rangka menyiapkan perbekalan untuk pulang ke rumah.. Rumah kita yang sesungguhnya: surgaNya..

Ibaratnya, seseorang yang akan mendaki gunung,
mengumpulkan perbekalan dan perjalanan pendakian hanyalah proses. Mungkin, kamu terkadang akan terjatuh, menemui hambatan, atau bahkan harus mundur beberapa langkah. Tak apa sayang. Jadikan apapun itu, sebagai bahan pembelajaran. Dan ingatlah selalu, bahwa dalam pendakian, janganlah berhenti hingga kamu mencapai puncaknya. Usahakan dan berjuanglah terus dengan berbagai cara yang diridhaiNya, hingga titik darah penghabisan yang paling akhir: ketika nyawa sudah meregang raga.

Dan satu lagi sayangku, ingatlah selalu, bahwa pendakian itu, seringkali menjadi sebuah perjalanan begitu berat dan tidak mudah. Namun, sungguh, rumah kita, tempat pulang kita, surgaNya, ada di tempat tertinggi.. Dan itulah tempat tujuan terakhir kita: keridhaanNya, di dalam surga yang diridhaiNya..

Jadi, walaupun berat, usahakan pilihlah selalu jalan yang mendaki.. :’)

Jadilah sayang, seorang manusia yang mengabdikan dan menyerahkan seluruh kehidupannya pada Rabbnya. Berjuanglah di jalanNya, dan tegakkanlah dienNya, melalui jalan apapun yang kamu pilih. Berlomba lombalah dalam kebaikan, amar ma’ruf nahi mungkar, fastabiqul khairat. Dan ajak orang orang lain untuk senantiasa menjadi lebih baik dan lebih dekat kepada Allah… Tentu saja, dengan cara yang penuh hikmah, keteladanan, kelembutan, dan kebijaksanaan. Bukan dengan kekerasan, kekasaran, penghakiman, maupun penyudutan. Karena dengan itulah, Rasulullah berjuang, membuka hati masyarakat mekkah, hinhha membuat kita mengenal islam pada hari ini.

Anakku sayang, sejarah mencatatkan adanya pejuang pejuang Allah yang sedemikian hebat di setiap zaman. Rasulullah dan para Sahabat, Muhammad Al Fatih, Salahuddin Al Ayyubi, Al Ghazali, Hasan Al Banna, dan lain sebagainya. Idolakanlah mereka semua, anakku sayang. Hidupkanlah bara di dalam hatimu untuk mengikuti jejak perjuangan mereka. Untuk menegakkan Islam, meninggikan namaNya. Karena setiap zaman, membutuhkan pejuang yang sesuai dengan permasalahan zamannya. Berusahalah selalu ntuk menciptakan suatu karya solusi, daripada hanya mengkritik dan berkeluh kesah tanpa prestasi. Selalu tingkatkan kualitas dan kapasitas diri, karena untuk mengalahkan kekacauan dunia dan tipu daya iblis saat ini, kita membutuhkan generasi dengan kualitas yang mumpuni. Hati hati selalu, dengan iblis, setan, dan segala tipu dayanya. Mintalah selalu perlindungan dari Allah, dari gangguan mereka semua, karena hanya Allahlah sebaik baik tempat untuk berlindung dan berharap.

Semangat yaa sayang.. Kita mendaki bersama sama, berjuang bersama-sama sebagai sebuah keluarga, dan semoga kelak, kita bisa berkumpul bersama lagi bersama sama di surgaNya…  😉

Selasa, 8 Maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s