Dear my future children#4

Tentang rasa malu

Assalammualaikum nak.. Apa kabar di dalam sana..?
Bunda ingin menyampaikan suatu hal kepadamu,
Tentang sebuah rasa yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang manusia: rasa malu.
Malu adalah sebagian dari iman, dan rasa malulah yang akan mengontrol nilai-nilai kita. Baik dan buruk. Benar dan salah. Pantas dan tidak pantas.

Penempatan yang benar akan rasa malu ini, akan membuatmu selamat. Namun penempatan yang salah, bisa membuatmu salah alamat.

Masih ingat kan, alamat perjalanan panjang kita dalam kehidupan di dunia? RumahNya, surgaNya. Rumah kita. Tempat kembali kita..

Maka ibaratnya sebuah setir mobil, rasa malu ini bisa membuatmu semakin dekat dengan alamat tujuan, atau justru menjauhinya..

Kehidupan dan tata sosial masyarakat seringkali akan memberikan kamu “tuntutan-tuntutan” yang sesuai dengan nilai dan persepsi mereka. Harap diingat, bahwa tidak selamanya persepsi dan nilai yang mereka anut itu benar dan disukai oleh Allah 🙂

Karena hanya keridhaanNya yang paling utama dan paling harus dicari di muka bumi, maka berhati-hatilah. Jangan dengarkan omongan semua orang, tapi juga jangan mengabaikannya begitu saja. Pikirkan dengan hati yang bersih, dan pemikiran yg jernih. Karena apapun yang orang katakan, keputusan dan pertanggungjawaban serta konsekuensi atas keputusan, semuanya milikmu seorang.. 🙂 mereka hanya akan berbicara, tapi jangan harapkan bantuan dari mereka baik di dunia, apalagi di akhirat..

Keputusan adalah penuh milikmu, berikut dengan pertanggungjawabannya. Maka selalulah meminta petunjuk dan arahan dari Allah, karena ialah yang Maha Mengetahui.. 🙂

Maka nak, bangunlah rasa malu di tempat yang tepat. Agar keputusan yang kau ambil adalah keputusan yang bijaksana dan disukai olehNya.. 🙂

Janganlah kamu merasa malu, jika kamu dianggap tidak gaul, tidak update artis dan gosip terkini, tidak mengetahui brand-brand terkenal, tidak mengetahui film terbaru, tempat nongkrong masa kini, tidak mengetahui lagu apa yang sedang berapa di top hits terkini.

Mengetahuinya mungkin bisa membantumu dalam pergaulan. Tapi tidak mengetahuinya sama sekali bukan merupakan kehinaan. Karena tidak ada di antara semua itu yang bernilai dan membuatmu lebih tinggi nilainya sebagai manusia di mata Allah. Tidak ada sama sekali 🙂

Pun di mata manusia. Mungkin kamu akan dikatakan “tidak gaul”, tapi itu tidak masalah.
Selama kamu selalu berakhlak baik, tidak menyakiti orang lain, dan memiliki “nilai keunikan tersendiri”, memiliki banyak ilmu yang jauh lebih bermanfaat,
kamu akan tetap (atau bahkan lebih) bernilai.
Jangan terjebak pada hal remeh temeh yang kurang penting.
Lebih baik galilah hikmah, makna, pengetahuan, dan ilmu yang lebih mendalam yang lebih memberimu kebermanfaatan baik di dunia maupun di akhirat.

Jangan malu, ketika kamu tidak mengetahui hal2 remeh yang kurang penting. Tapi malulah, ketika ada ayat Al Qur’an yang tidak kamu ketahui, ketika ada hukum islam dasar yang belum kamu ketahui, ketika ada sahabat nabi yang tidak kamu kenali, atau ketika keilmuan di bidang yang kamu geluti ternyata masih dangkal.

Janganlah malu, sayangku. Jika kamu tidak punya pacar, jika kamu tidak memiliki gadget terkini, jika kamu tidak merokok, jika kamu tidak mau pergi ke diskotek, jika kamu tidak mau mencontek, atau jika kamu tidak mau menyentuh narkoba.
Janganlah malu sama sekali. Karena melakukannya, tidak membuat kedudukanmu di mata Allah menjadi lebih tinggi. Justru sebaliknya. Karena Dia hanya menilai ketaqwaanmu.

Tapi berdirilah di atas perbedaan karena tidak mau melakukan semua itu dengan penuh kebanggaan.
Bangga karena bisa berdiri di atas kebenaran yang diridhaiNya.
Bangga karena mampu teguh menjadi diri sendiri yang berusaha berjalan ke arah tujuan yang benar.

Namun merasalah malu sayangku, jika kau bangun terlalu siang untuk shalat subuh, jika kamu melewatkan malam malammu tanpa tahajud sedikit pun, jika kamu melewatkan tidak membaca satu pun ayatNya dalam satu hari, jika kamu melewatkan harimu dengan sedikit berdzikir, atau jika amal yang kamu lakukan timpang sangat jauh dari nikmat yang telah diberikan Tuhanmu.

Merasalah malu, dengan sedalam dalamnya rasa malu. Lalu bertaubatlah, dan perbaikilah dengan lebih banyak lagi amal shalih.

Janganlah kamu merasa malu dan khawatir sayangku, akan pandangan orang lain terhadapmu, akan omongan orang lain di belakangmu,

Jika kamu berada di atas kebenaran dan memang tidak melakukan kesalahan atau tidak menyakiti orang lain.
Tapi malulah, malulah dengan sedalam-dalamnya rasa malu.
Jika ketika kamu melakukan maksiat, kamu lebih takut kepada pandangan manusia daripada pandangan Allah kepadamu.
Ingat, Nak. Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Meliputi Segala Sesuatu. Malulah selalu kepadaNya.
Malu karena ia dengan terang benderang menyaksikanmu melakukan hal yang tidak diridhaiNya, dan kamu melalaikan kehadiranNya..
7 April 2016
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s