Growing Self, Growing Family, Growing Nation

Alhamdulillah, minggu ini kuliah Institut Ibu Professional (IIP)  memasuki minggu keduanya, dengan tema “Menjadi Ibu Professional”. Tema ini membuat saya merenungkan ulang, sekaligus mendiskusikannya dengan Pak Suami, mengenai makna dari kata “Ibu Professional” sekaligus parameter keberhasilannya. Ya, seperti halnya karir karir lain yang memiliki item item penilaian pencapaian kinerja, begitu pula dengan seorang ibu & istri πŸ™‚ 

Apalagi, istri dan ibu sesungguhnya bukan “jabatan” sembarangan. Melainkan jabatan tertinggi seorang perempuan, yang menjadi salah satu faktor kunci baik buruknya kualitas dan masa depan suatu bangsa dan peradaban πŸ™‚ 

“Professionalism is delivering what you’ve commited.” demikian kata suami saya, ketika kami mendiskusikan bagaimana sebaiknya professionalisme seorang istri&ibu dibangun. 

“Dan laiknya sebuah karir, sebaiknya tidak hanya mencapai kualifikasi standard, namun berusaha lebih dari itu: untuk beyond standard. Berusaha menjadi excellent sebagai istri dan ibu terbaik adalah standard minimal. Seperti halnya pelaksanaan Al Qur’an secara menyeluruh adalah standard minimal bagi seorang muslim. Yang terbaik adalah, ketika kamu bisa menjadi excellent di semua peran dan tanggungjawab yang kamu emban. Set higher standard, higher commitment, and higher delivery. Kemudian, deliver what you’ve promised, terutama janji kepada diri sendiri. ”

Glek. Hahaha. 

Sebagai manusia yang kebanyakan target dan “wacana” sementara pelaksanaannya biasanya hanya 50-60% nya saya merasa “tertampar”. 

Satu hal penting yang saya pelajari dari IIP: memastikan ibu & istri berkembang dan tumbuh sebagai individu, diprioritaskan terlebih dahulu sebelum pertumbuhan dan perkembangan sebagai istri & ibu. Tampaknya inilah poin kunci yang seringkali dilupakan oleh banyak perempuan yang memilih profesi utama sebagai Ibu Rumah Tangga, termasuk saya selama ini. Hahaha. Lingkaran pekerjaan rumah tangga yang tak ada ujungnya membuat dirinya lupa untuk meng-upgrade kualitas pribadinya. Padahal, dengan seorang perempuan yang terus bertumbuh, ia akan semakin menumbuhkan keluarganya, dan dari keluarga yang kuat inilah kekuatan suatu bangsa bermula. Saya menjadi teringat perkataan salah seorang teman zaman mahasiswa, dalam suatu diskusi mengenai bangsa Indonesia. Katanya, “satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas bangsa ini adalah dengan meningkatkan kualitas setiap keluarganya.”

Namun, peningkatan kualitas pribadi ini pun ternyata memiliki tahapannya yang berurutan:

– bunda sayang; bagaimana kualitas pribadi seorang perempuan bisa bertumbuh dalam rangka menjalanlan peranannya sebagai ibu. Sehingga dapat menjadi teladan, sekaligus guru utama & pertama bagi anak-anaknya.

– bunda cekatan; bagaimana kualitas pribadi seorang perempuan bisa bertumbuh dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan keluarganya dan rumah tangganya, sehingga keluarganya bisa menjadi keluarga yang unggul. 

– bunda produktif; ilmu ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dalam rangka menemukan dan menjalankan misi spesifiknya di muka bumi. Sehingga seorang ibu dapat menjadi produktif dengan bahagia, tanpa meminggalkan tugas utamanya membersamai suami dan anak anaknya. 

– bunda saleha;  ilmu-ilmu untuk meningkatkan peranan ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya dapat bermanfaat bagi banyak orang πŸ™‚ 
Maka, dengan mengucap basmalah, saya menata kembali target dan parameter keberhasilan pribadi, sebagai istri, dan sebagai ibu. Semoga, bisa istiqamah dan bukan sekedar wacana, saya bisa melaksanakan seluruh poin yang saya komitmenkan kepada diri sendiri ini πŸ™‚

#Sebagai Individu

A. Iman

– menjaga zikir di setiap nafas, mengucap basmalah di setiap aktivitas
– menjaga 2 rakaat qabliyah subuh setiap hari

– tilawah pagi: target 5 halaman, minimal 2 halaman (jika baby irsyad menangis minta susu, dipending untuk dilanjutkan kemudian) 

– membaca/mendengarkan dzikir pagi setiap pagi

– shalat dhuha setiap hari

– tahajud minimal 3x seminggu

– murajaah hafalan mingguan sambil menyusui setiap hari

– shalat khusyuk di awal waktu selambat lambatnya 30 menit, dengan catatan bayi dalam situasi kondusif. 

– lebih menghayati wudhu setiap kali berwudhu. Memperbaiki wudhu.

– membaca/menyetel surat al waqiah selepas maghrib

– menonton video keislaman minimal 1 kali per pekan

– bertambah hafalan minimal 5 ayat/minggu

– berdoa minta hati dikukuhkan dalam keimanan dan ketaqwaan, setiap shalat, atau setiap selepas azan jika sedang halangan. 

– membaca al kahfi setiap hari jumat

– menjaga ritual sebelum tidur: berwudhu, doa, membaca al ikhlas,  an nas,  al falaq, istighfar, shalawat kepada nabi. 

B. Ilmu

– Membaca 1 buku setiap 1 minggu

– Menggali keilmuan sesuai dengan spesialisasi sesuai strategi (di postingan sebelumnya) minimal 1/2 jam/hari

– selalu update berita dan isu terkini, maksimal 1/2 jam/hari

– mencatat, menghayati, dan melakukan aplikasi dari hasil bedah buku keluarga mingguan setiap hari Selasa

C. Impact

– ODOP; One Day One Post di social media instagram,  minimal 15 post/bulan

– Daily Progress toward monthly LifeProject minimal 1/2 jam/hari.

– growing income minimal 20% per bulan

– berkontribusi kembali ke tetangga: kembali rajin mengikuti taklim dan membuat resume pengajian sebagai sekretaris taklim. 

– Memenuhi komitmen dan peran sebagai Ketua Yayasan Generasi Indonesia Cerdas Mulia, Managing Director Alkindi Islamic Children Education Centre (Paud, daycare, dan educational product @alkindikids), dan CerdasMulia Privat, dengan memenuhi target pencapaian masing-masing setiap bulannya.

– membuat dan mengelola kelas online 1 bulan sekali 
#Sebagai Istri

A. Menyenangkan ketika dipandang

– memastikan ketika suami berangkat kerja sudah mandi, wangi, rapi

– menyambut suami pulang kerja dengan cantik,  rapi, sedikit makeup, wangi, dan wajah ceria

– menjaga ritual sebelum suami berangkat dan ketika pulang kerja: peluk, cipika, cipiki, cium tangan, dll.

– menambah koleksi baju rumah/jilbab/baju pergi setiap bulan jika anggaran memungkinkan

– rutin menjaga perawatan diri: rajin membersihkan wajah, lulur, glyderm obat stretchmark setiap hari. Peeling mundisari, masker oatmeal/bengkoang, creambath di rumah dua kali seminggu. (jika kondisi bayi memungkinkan) 

B. Taat kepada suami & melayani suami

– menyampaikan setiap gagasan, keberatan, dan perbedaan pendapat dengan cara yang baik dan tidak menyakiti

– menjaga lisan dari berbagai perkataan dan nada yang tidak enak. Meskipun hanya bercanda. 

– memastikan setiap terjadi konflik terselesaikan sebelum tidur

– peka terhadap kondisi suami. Selalu menawarkan minum/makanan dan pijatan setiap suami pulang ke rumah.

– selalu mengecek ketersediaan, menyediakan & memasak makanan & minuman yang enak dan disukai suami. Selalu berusaha memperbaiki tampilan masakan. 

– selalu mengecek dan memperhatikan baju suami: kerapihan, keharuman, ketersediaan, adakah yang kotor/bolong.menjahit jika ada yang perlu dijahit 

– menjadi pendengar yang baik dan nyambung dengan pembicaraan isu terkini.

– memastikan family schedule mingguan berjalan dengan baik, dengan mengingatkan H-1 dan hari H

– melakukan pillow talk sembari pijat relaksasi setiap malam. 

– merawat suami ketika sakit. Memberi obat, pijat, pijat refleksi, dll. 

– menyemir sepatu suami setiap sebelum suami pergi ke kantor

– selalu minta maaf setiap kali melakukan kesalahan

– mendoakan suami supaya menjadi imam terbaik yang membawa hingga ke surgaNya,  setiap shalat atau setiap setelah azan jika haid

C.  Menjaga harta & rumah suami

– Mengecek & memastikan rumah dan seisi ruangan bersih & rapi: teras, garasi,  halaman, kamar mandi, ruang tamu, kamar tidur, dapur. Cek langit langit jika ada sawang. Memastikan seluruh barang ada di tempatnya.

– merapikan kamar setelah suami berangkat kerja, dan setiap sore sebelum suami pulang kerja. 

– mencatat & melaporkan pengeluaran keuangan bulanan,  dengan aplikasi pencatatan keuangan

– tidak membeli hal hal yang tergolong keinginan, bukan kebutuhan, ketika bukan menggunakan uang pribadi, tanpa seizin suami. 

– meminta izin setiap kali ada tamu/orang asing yang mau masuk ke rumah. 

– update info terkini mengenai investasi. Membagi tabungan Keluarga ke pos-pos investasi.

– be interior designer. Menambah item pemercantik ruangan setiap bulan jika alokasi dana memungkinkan. 

D.  Menjaga kehormatan diri

– selalu menjaga aurat ketika di luar rumah dan di depan non-mahram

– menjaga diri ketika berinteraksi dengan lawan jenis

– tidak keluar rumah tanpa izin suami. 

#Sebagai Ibu

A.  Membina jiwa & ruh anak

– mengucapkan kalimat tahlil & kalimat thayyibah setiap hari sembari menyusui/menggendong bayi

– murajaah hafalan bunda sambil menyusui

– tasmi’ satu surat per minggu, minimal 3x pagi,  3x sore

– menyetel speaker murattal setiap hari, terutama saat tidur di malam hari. Memastikan baterainya full. 

– Membacakan asmaul husna minimal 1x sehari

– selalu berusaha membersamai anak dengan hati, totalitas, dan minim gadget (kalaupun harus dgn gadget, matikan sinyalnya. Khawatir radiasi)

– mendoakan keshalehan dan keimanan anak setiap selesai shalat, atau setiap selesai azan jika haid

B.  Membina akhlak dan adab anak. 

– mengajak anak membaca basmalah setiap kali mau mandi dan menyusui. Hamdalah setiap kali selesai. 

– mengajak anak membaca doa makan sebelum menyusui, membaca doa sebelum tidur. 

– mengajak anak memakai baju kanan dulu baru kiri, dan melepas kiri dulu baru kanan

– mengenalkan anak rasa malu setiap selesai mandi, jika auratnya terlihat. Segera tutup aurat utama. 

– mengulang ulang penanaman nilai dan karakter dengan lagu gubahan sendiri setiap hari

C.  Menstimulasi otak dan kecerdasannya

– membaca buku setiap hari, minimal 2 sesi

– menstimulasi bayi sesuai milestone perkembangannya setiap hari, atau sesuai jadwal ketika sudah di atas 6 bulan

– membuatkan/membelikan educational toys minimal 2 buah/bulan

– rajin memantau perkembangan anak sesuai kpsp bulanan

C.  Menjaga kesehatan & kebersihan raganya

– memandikan anak dua kali setiap hari

– memastikan diri mengasupi diri sendiri dengan makanan bergizi dan vitamin, untuk memastikan ASI berkualitas dan adekuat

– ketika sudah 6 bulan, menyediakan menu MPASI yang sesuai dengan kriteria 4 bintang, dan membimbing anak untuk makan sendiri dengan metode blw

– memastikan tersedianya pakaian yang baik dan cukup

– Mengecek ketersediaan kebutuhan bayi, dan membeli sebelum habis

– rajin mengontrol secara berkala pertumbuhan bb dan panjang anak, disesuaikan dengan kms nasional dan versi who. 

– memotong kukunya dua minggu sekali

– disiplin membersihkan giginya setelah makan dan sebelum tidur setelah tumbuh gigi

– selalu mengecek kebersihan telinga, hidung, dan kulitnya, dan membersihkannya ketika diperlukan.

– menjaga bayi dari tertularnya virus, dengan cara selalu menggunakan masker saat sakit, dan mendorong orang sekitar untuk menggunakan masker jika sakit. 

Bismillah yaa Rabb, Laa Haula wa Laa Quwwata Ilaa Billah.. 

Kuatkan hamba untuk menjalankan semua peran target di atas, mampukan hamba, dan jagalah hamba dalam istiqamah, amiin..  :”)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s