“Fixing The Logic”

Saya percaya, bahwa jika ada suatu permasalahan, kunci solusinya terletak pada dua unsur utama manusia: hati dan/atau pikiran. 

.

Dan itulah pelajaran berharga yang saya dapatkan hari ini 🙂

Meski tak ada di dalam poin poin checklist pada “tabel komunikasi produktif dengan pasangan” yang diajarkan di Kuliah Bunsay IIP, saya pikir apa yang saya pelajari hari ini adalah poin kunci yang terlewatkan. Apalagi ketika berinteraksi dengan makhluk logika bernama pria. Yakni, berpikir produktif: membenahi logika berpikir diri sendiri sebelum melontarkan reaksi dan kata, sebagai kunci utama. 

.

Sepanjang saya berinteraksi dengan banyak orang terutama perempuan, seringkali banyak perempuan mengalami permasalahan pada hal ini. Tidak semuanya, tentu saja. Banyak juga perempuan yang memiliki alur logika kuat dan luar biasa. Namun jika kita memperhatikan banyak permasalahan komunikasi antara perempuan dan laki laki, jika ditelusuri secara logis-objektif, maka akan ditemukan bahwa ujung pangkalnya adalah kesalahan alur berpikir pihak perempuan, yang ditambah dengan ketidaksabaran serta sumbu pendek dari pihak laki laki. Tentu saja, pernyataan saya di atas merupakan hasil dari observasi terbatas nan subjektif dari saya pribadi. Sangat patut untuk ditelaah dan dikaji lebih jauh. Namun, saya pernah membaca bahwa perasaan dan logika memang berada pada kutub yang berseberangan. Jika perasaan dan emosi dominan, maka logika akan tertutupi oleh perasaan. Inilah yang seringkali membuat perempuan berpikir dengan alur logika irrasional. Yang menghasilkan reaksi yang irrasional dan tidak tepat sasaran pula. 

.

Namun, jangan khawatir, ternyata berpikir logis ini bisa dilatih!  ðŸ™‚

Dan demi keridhaan Allah, kapasitas serta pertumbuhan diri yang lebih baik, serta keridhaan dan kebahagiaan suami yang lebih tinggi, mari mulai mengasah dan memperbaiki logika!  ðŸ™‚

.
Disadur dari situs http://m.wikihow.com/Think-Logically,

Berikut ini adalah cara cara untuk mengasah dan melatih diri untuk berpikir logis:

A. Mind Exercise

Pikiran, seperti halnya otot. Perlu dilatih untuk menjadi kuat, dan ternyata akan melemah sambungan antar neuronnya, jika terlalu lama tidak terpakai. Dan setahun belakangan dengan pekerjaan domestik yang berulang dan itu itu saja, ternyata sangaaat sangaaat menumpulkan pikiran 😦 

Dan well, pikiran yang tidak “secemerlang” sebelumnya ternyata cukup berbahaya dalam rumah tangga. Seperti kata ibu Netty istri Pak Aher dalam kajian Buka Bersama Shaffa Community hari minggu lalu. Bahwa, “diaparitas atau gap antara suami dan istri adalah hal yang berbahaya di dalam rumah tangga. Sementara suami berkembang secara kapasitas dan intelektual di luar rumah, istri stuck di tempat atau bahkan terdegradasi, menjadikan diskusi tak nyambung lagi. Maka dari itu istri meskipun mengurus rumah tangga, juga harus bertumbuh dan berkembang di segala lini. Baik itu kapasitas, kompetensi, pengetahuan, maupun kemampuan intelektual.” 
Lalu, bagaimana caranya mengasah pikiran? 

1. Test Your Recall. 

Mengingat dan mengetes ingatan, adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan otak. Bisa dengan mengingat to do list harian, daftar belanjaan, nomor telepon, atau biar berpahala bisa juga dengan selalu menambah hafalan surat 🙂 

2. Bermain TTS 

Mungkin, kalau sedang senggang, lebih berfaedah mengisi TTS atau bermain sudoku, selain baca buku atau baca quran, daripada scrolling tak jelas di sosial media XD (ngomong sama kaca. Hahaha) 

3. Mempelajari skill tertentu

Memasak? Melukis? Menjahit?  Melatih sebuah kemampuan baru akan menantang diri kita untuk menyusun strategi dan berpikir bagaimana menguasainya. Terutama, skill skill seperti menguasai alat musik baru, menggambar atau melukis, memasak, atau belajar bahasa asing.  

4. Bersosialisasi

Bertemu orang baru, adalah latihan mental yang baik. Melatih banyak hal sekaligus dalam diri kita. Mungkin perlu sekali diagendakan satu bulan sekali mengikuti seminar/gathering tertentu. Apalagi bagi orang seperti saya hanya antara rumah dan daycare 😅

B.  Menyadari Irrasionalitas Diri

Ternyata, tanpa disadari, kita (terutama saya) seringkali melakukan hal hal irrasional!  Dan menyadari “irrational moment” ini ternyata menjadi salah satu cara kunci untuk berlatih menjadi lebih rasional. Irrasionalitas yang serimg muncul antara lain “logic leap”, atau asumsi kesimpulan yang melompat dari fakta yang ada. Dan ini merupakan salah satu “problema” dari banyak perempuan, termasuk saya -,-

Ada juga “catasthropize” dan “self grandize”, yang berpikir bahwa diri sendiri adalah manusia terburuk karena kritik kecil, atau bahkan jadi manusia terbaik dalam suatu kelompok. 

C. Mengkonsumsi makanan yang meningkatkan kecerdasan. 

Seperti omega 3, b12, asupan gula yang cukup, dan lain sebagainya. 

.
Yuk bismillah, jadi perempuan yang lebih logis 🙂 

Kasihan juga suami suami kita kalau harus senantiasa merasa tertekan karena sering bertemu dialog irrasional seperti, 

B: Ayah, bagus yang biru atau emas? 

A: emas

B: ih ayah emang nggak suka ya aku beli sepatu ini?  Apa salahnya sepatu yang biru? 

.

Laahh.. Disuruh milih, kok habis milih malah disalahkan 😅😂😂 plus ditambah kesimpulan yang tidak berdasar. 

Semangatt bertumbuh!  ðŸ™‚
#notetomyself

#day8

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s